KUKAR – Upaya mendekatkan layanan publik ke masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kecamatan Kota Bangun Darat. Salah satunya melalui penyediaan kawasan perkantoran terpadu seluas 10 hektare yang dirancang sebagai pusat pelayanan bagi warga setempat.
Rencana besar ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Kecamatan Kota Bangun Darat dalam mewujudkan pelayanan yang lebih efisien dan terintegrasi. Pusat pemerintahan baru tersebut tidak hanya mencakup kantor camat, tetapi juga dirancang untuk menampung instansi vertikal seperti Polsek dan Koramil.
Camat Kota Bangun Darat, Julkifli, menyebut bahwa pembangunan infrastruktur perkantoran sudah dimulai, diawali dengan penyelesaian kantor camat yang kini tinggal menunggu jaringan listrik. “Untuk infrastruktur perkantoran, pembangunan kantor camat sudah selesai. Yang masih menunggu adalah jaringan listrik,” ujarnya, Kamis (19/6/2025).
Ia menjelaskan bahwa pemasangan listrik sudah masuk tahap lelang di Dinas Pekerjaan Umum dan ditargetkan selesai Oktober mendatang. Hal ini menjadi tahap penting sebelum kantor camat dapat digunakan secara optimal.
Lahan seluas 2,75 hektare telah disiapkan secara khusus untuk pembangunan kantor camat. Sedangkan untuk kantor-kantor instansi lainnya seperti Polsek dan Koramil, pemerintah kecamatan telah menyiapkan tambahan lahan 7,25 hektare di lokasi yang sama.
“Sementara untuk kantor terpadu lainnya seperti Polsek dan Koramil, kami sudah siapkan lahan seluas 7,25 hektare dalam satu hamparan,” jelas Julkifli.
Dengan demikian, total lahan yang disiapkan untuk pusat layanan publik Kecamatan Kota Bangun Darat mencapai 10 hektare. Semua dirancang dalam satu blok perkantoran agar pelayanan bisa lebih terarah dan saling terhubung.
“Dalam master plan Kota Bangun Darat, kawasan pelayanan publik dirancang dalam satu hamparan yang terintegrasi, mencakup UPT dan kantor-kantor pendukung lainnya,” ungkap Julkifli lebih lanjut.
Meski beberapa fasilitas seperti Polsek, Koramil, dan Puskesmas masih berada pada tahap perencanaan awal, pihak kecamatan tetap optimistis pembangunan akan berjalan sesuai kebutuhan dan kesiapan anggaran daerah.
“Harapan kami, dengan kawasan perkantoran yang terpadu ini, pelayanan ke masyarakat jadi lebih efektif. Semua instansi ada dalam satu titik,” tutup Julkifli. (Adv)















