KUKAR – Desa Loa Raya di Kecamatan Tenggarong Seberang mulai melirik potensi batu padas sebagai sumber usaha unggulan yang dikelola melalui Koperasi Merah Putih. Material bangunan dari lahan bekas tambang di kawasan Desa Loa Raya dinilai punya nilai jual tinggi dan permintaan pasar yang cukup luas, termasuk ke Kota Samarinda.
Kepala Desa Loa Raya, Martin, mengatakan koperasi yang baru terbentuk ini sengaja diarahkan mengelola usaha batu padas secara mandiri. Pengelolaan meliputi penggalian hingga pemecahan batu yang rencananya akan dilakukan dengan dukungan alat berat.
“Batu padas ini sudah banyak peminatnya. Kami ingin koperasi menjadi ujung tombak pengelolaan usaha ini secara profesional,” ujar Martin saat diwawancarai, Senin (16/6/2025).
Ia menjelaskan, pengembangan usaha batu padas juga dimaksudkan untuk melengkapi peran BUMDes Makmur Raya yang lebih dulu aktif sejak tahun 2020. Selama ini, BUMDes fokus pada penyediaan kebutuhan petani dan pembudidaya ikan keramba seperti pakan, pupuk, dan sarana pertanian.
Dengan hadirnya koperasi dan BUMDes yang bergerak di sektor berbeda, pemerintah desa berharap terbentuk sinergi yang saling memperkuat demi peningkatan kesejahteraan warga.
“Kami ingin keduanya saling mendukung. Koperasi akan menggarap potensi batu padas, sementara BUMDes tetap melayani sektor pertanian dan perikanan,” jelasnya.
Martin menegaskan, koperasi tidak hanya akan berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, melainkan menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Ia juga menyampaikan bahwa koperasi ke depan diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran keuangan dan pelatihan kewirausahaan, baik bagi anggotanya maupun warga desa secara umum. “Koperasi ini bukan hanya tempat usaha, tapi juga tempat belajar dan bertumbuh bersama,” pungkasnya.(Adv)















