KUKAR – Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, tak sekadar menjadi lokasi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-12 tingkat kecamatan tahun ini. Pada kesempatan kali menjadi tua rumah kali ini salah satunya yakni sebagai ruang bersama untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di tengah masyarakat yang kian dinamis.
MTQ yang digelar pada Senin (16/6/2025) malam ini turut menyajikan persaingan para qari dan qariah, juga menjadi ajang membangun kembali kesadaran akan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pegangan hidup.
Kepala Desa Rapak Lambur, Muhammad Yusuf, menyambut hangat kepercayaan yang diberikan kepada desanya sebagai tuan rumah. Ia menganggap kesempatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan amanah yang harus dimaknai secara lebih dalam.
“MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, namun lebih dari itu, ini adalah sarana memperkuat kecintaan kita terhadap Al-Qur’an, menjadikannya sebagai pedoman hidup, bukan hanya bacaan yang dilombakan,” ujarnya, usai pembukaan.
Yusuf menyadari tantangan zaman saat ini, khususnya bagi generasi muda, tak bisa dihadapi hanya dengan aturan formal. Ia menekankan pentingnya membangun benteng moral melalui pendekatan agama yang membumi.
“Kita ingin membangun benteng moral dan akhlak bagi anak-anak kita, agar mereka tumbuh dalam lingkungan yang Islami, logis, dan beradab,” tambahnya.
Pelaksanaan MTQ ini pun diharapkan menjadi pelecut semangat masyarakat dalam mendalami isi Al-Qur’an, bukan hanya bagi peserta lomba, tetapi juga warga secara luas.
Selain menjadi wadah pembinaan generasi Qurani, ajang ini juga membuka peluang bagi desa untuk melahirkan qari dan qariah yang dapat bersinar di tingkat kabupaten, bahkan lebih tinggi lagi.
“Saya berharap MTQ ini dapat melahirkan bibit unggul qori’ dan qori’ah yang kelak bisa mengharumkan nama Desa Rapak Lambur di tingkat yang lebih tinggi,” tutup Yusuf. (Adv)















