Samarinda – Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Riska Wahyuningsih, menyoroti meningkatnya kasus bullying dan kekerasan di lingkungan sekolah. Menurutnya, masalah ini tidak hanya merusak mental korban, tetapi juga dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap perkembangan generasi muda.
Ia menegaskan, pencegahan bullying harus dimulai sejak dini dengan melibatkan semua pihak, termasuk pelajar itu sendiri. Peran Forum Anak Kota Samarinda dinilai strategis untuk menjadi fasilitator yang aktif menyampaikan edukasi kepada remaja mengenai bahaya dan konsekuensi dari perilaku perundungan.
“Forum anak bisa menjadi jembatan komunikasi yang efektif antar pelajar. Ketika pesan disampaikan oleh teman sebaya, biasanya lebih mudah diterima dan dipahami,” ujar Riska (14/8/2025).
Ia menjelaskan, remaja cenderung lebih terbuka untuk mendengarkan pesan dari orang dengan latar belakang dan pengalaman yang sama. Hal ini membuat penyuluhan yang dilakukan oleh Forum Anak berpotensi memberikan dampak yang lebih signifikan.
Selain edukasi, Riska menekankan pentingnya langkah konkret dari pihak sekolah. Pengawasan di lingkungan sekolah perlu diperkuat, dan mekanisme pelaporan yang ramah anak harus tersedia agar korban merasa aman saat melapor.
Menurutnya, perlindungan terhadap korban harus menjadi prioritas. Tanpa jaminan keamanan, banyak siswa memilih diam karena takut mendapat tekanan balik atau stigma negatif dari lingkungannya.
Riska juga menegaskan bahwa penanganan kasus bullying tidak cukup hanya dengan memberikan hukuman kepada pelaku. Dibutuhkan pendekatan pembinaan yang bertujuan memberikan pemahaman, agar pelaku tidak mengulangi perbuatannya di masa mendatang.
Ia mengajak guru, orang tua, organisasi pemuda, dan pemerintah daerah untuk bersinergi dalam memberantas bullying di sekolah. Kerja sama lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi semua siswa.
“Kalau kita semua bergerak, bullying bisa ditekan bahkan dihapuskan. Sekolah harus menjadi ruang aman bagi setiap anak untuk belajar dan berkembang tanpa rasa takut,” pungkasnya. (Adv/DPRD Samarinda)















