Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berencana membangun stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) khusus untuk Aparatur Sipil Negara (ASN).
Rencana ini mendapat tanggapan dari Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, yang mendukung dengan catatan kebijakan tersebut benar-benar berdampak positif bagi kinerja pegawai negeri.
Menurut Rohim, SPBU khusus ASN dapat membantu mengurangi alasan keterlambatan pegawai yang kerap terjadi karena antrean panjang di SPBU reguler.
Ia menekankan, fasilitas ini harus diikuti aturan tegas, terutama kewajiban penggunaan bahan bakar non-subsidi bagi kendaraan dinas.
“Kalau tujuannya untuk meningkatkan disiplin dan kinerja ASN, tentu patut didukung. Tapi jangan sampai ini hanya menambah beban anggaran,” ujar Rohim.
Ia menambahkan, persoalan antrean panjang di SPBU sempat menimbulkan keluhan masyarakat beberapa waktu lalu. Meski saat ini antrean sudah mereda, potensi masalah serupa tetap ada dan perlu antisipasi.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu menilai, program ini bisa relevan jika perencanaan dilakukan matang dan biayanya tidak membengkak. Evaluasi teknis dan pengawasan anggaran dianggap penting agar proyek berjalan tepat sasaran.
Sejauh ini, Pemkot Samarinda disebut tengah mengkaji sejumlah lokasi strategis untuk SPBU tersebut, termasuk di Jalan HAMM Rifaddin, MT Haryono, dan Suryanata.
Rohim juga mengingatkan agar pembangunan SPBU tidak berhenti pada wacana. Pemerintah kota, menurutnya, harus memastikan eksekusi dilakukan dengan jelas sehingga manfaatnya dapat dirasakan ASN maupun masyarakat secara tidak langsung.
Selain memberi kemudahan bagi ASN, ia menilai keberadaan SPBU khusus bisa ikut mendukung produktivitas kerja dan kualitas pelayanan publik.
“Yang dibutuhkan sekarang adalah implementasi yang nyata, bukan sekadar rencana,” tegasnya.
Ia menambahkan, koordinasi antarinstansi perlu diperkuat agar pengelolaan SPBU berjalan transparan dan tidak membebani APBD.
DPRD Samarinda berkomitmen untuk mengawal program ini, dengan harapan fasilitas SPBU khusus ASN benar-benar menjadi solusi efisien, bukan sekadar proyek coba-coba. (Adv/DPRD Samarinda)















