TENGGARONG – Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam mencetak generasi muda yang mandiri terus menunjukkan hasil nyata. Melalui Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar sukses melibatkan ribuan pemuda dalam kegiatan pelatihan, pendampingan, hingga pengembangan usaha.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menuturkan bahwa WPM hadir bukan sekadar pelatihan biasa, tetapi menjadi wadah pembinaan berkelanjutan untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan anak muda.
“Kami ingin anak muda Kukar berani berbisnis, bukan hanya mencari pekerjaan. Klinik WPM kami rancang agar mereka paham bagaimana mengelola ide, modal, hingga strategi pemasaran,” ujarnya.
Program ini terus berkembang sejak diluncurkan pada tahun 2022. Setiap tahun, WPM menghadirkan berbagai pelatihan sesuai kebutuhan zaman — mulai dari digital marketing, pengelolaan keuangan usaha kecil, hingga pelatihan barista bagi pemuda kreatif di sektor kuliner.
Selain pelatihan teknis, peserta juga mendapatkan bimbingan mengenai legalitas usaha seperti pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), serta akses permodalan melalui program Kredit Kukar Idaman (KKI).
Dispora Kukar bekerja sama dengan Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) agar alumni WPM mendapat jaringan dan pendampingan lanjutan setelah pelatihan berakhir.
“Kami tidak ingin berhenti di tahap pelatihan saja. Anak-anak muda ini harus kami kawal sampai usahanya berjalan dan berkembang,” tambah Aji Ali.
Meski dengan anggaran yang terbatas, semangat para peserta justru menjadi bahan bakar utama program ini. Banyak di antara mereka kini telah memulai bisnis sendiri — mulai dari usaha kuliner, fashion, hingga jasa kreatif digital.
“Setiap tahun semakin banyak alumni yang berhasil. Ada yang buka kafe, ada yang jual produk lokal secara online. Itu bukti bahwa WPM benar-benar memberi dampak,” jelasnya.
Dispora Kukar menegaskan, program WPM tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang membangun karakter pemuda yang tangguh, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
“Kemandirian ekonomi adalah bagian dari pembangunan mental. Kalau pemuda berdaya, daerah juga akan maju,” tegasnya.
Dengan konsistensi program yang terus diperluas, Dispora Kukar optimistis Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri akan menjadi motor penggerak ekonomi muda yang membawa warna baru bagi perekonomian Kukar.















