TENGGARONG — Langkah inovatif kembali dilakukan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) dengan menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI). Kolaborasi ini melahirkan gagasan segar: menjadikan masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang kreativitas dan pemberdayaan ekonomi pemuda.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menegaskan bahwa sinergi tersebut menjadi bagian dari visi besar Pemkab Kukar untuk menciptakan generasi muda yang produktif, mandiri, dan berakhlak.
“Kami ingin anak muda merasa punya ruang di lingkungan masjid. Mereka bisa belajar, berolahraga, bahkan membangun usaha. Masjid bisa jadi pusat aktivitas positif dan kreatif,” ujar Aji Ali, usai menghadiri pelantikan pengurus DMI Kukar yang dipimpin Bupati Edi Damansyah, Rabu (5/11/2025).
Dispora Kukar sebelumnya telah menjalankan program pelatihan kewirausahaan untuk remaja masjid (IRMA) dan pemuda gereja, meliputi pelatihan dasar bisnis, pengelolaan digital marketing, hingga akses bantuan modal melalui program Kredit Kukar Idaman (KKI).
Kini, program tersebut diperluas melalui kerja sama strategis dengan DMI, agar manfaatnya menjangkau seluruh kecamatan dan masjid di Kukar.
“DMI punya jaringan yang kuat di tingkat akar rumput. Dengan sinergi ini, kami bisa lebih tepat sasaran dalam membina pemuda berbasis komunitas keagamaan,” jelasnya.
Selain pembinaan usaha, Dispora juga berencana membangun fasilitas olahraga di area masjid, seperti lapangan mini, ruang serbaguna, dan taman aktivitas pemuda. Tujuannya, agar generasi muda semakin dekat dengan lingkungan ibadah dan menjauhi perilaku negatif.
“Kalau anak muda merasa nyaman di masjid, mereka akan tumbuh dalam lingkungan yang baik, sekaligus berdaya secara ekonomi,” tambah Aji Ali.
Langkah konkret sudah mulai terlihat. Dispora Kukar memberikan bantuan alat digital printing, komputer, laptop, dan sound system kepada IRMA Masjid Agung Tenggarong untuk mendukung usaha kreatif mereka di bidang desain dan produksi media dakwah.
Selain itu, Dispora juga tengah mempersiapkan Pusat Data Kepemudaan, yang melibatkan IRMA sebagai petugas lapangan dalam mendata kegiatan sosial dan ekonomi pemuda di sekitar masjid.
“Data ini menjadi kunci untuk memastikan setiap program pembangunan tepat sasaran dan berkelanjutan,” terangnya.
Dengan semangat kolaboratif antara pemerintah dan lembaga keagamaan, Aji optimistis bahwa masjid dapat berkembang menjadi pusat inovasi sosial yang melahirkan pemuda-pemuda kreatif dan berdaya saing tinggi.
“Pemuda yang tumbuh di lingkungan masjid adalah aset besar bagi Kukar. Mereka bukan hanya beriman, tapi juga produktif dan membawa perubahan nyata bagi masyarakat,” tutupnya dengan penuh keyakinan.















