Tenggarong – Upaya memperluas minat masyarakat terhadap olahraga Gateball di Kabupaten Kutai Kartanegara semakin digencarkan. Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Kukar resmi memulai program sosialisasi ke sekolah-sekolah sebagai langkah awal menyiapkan bibit atlet muda.
Sekretaris Pergatsi Kukar, Bambang Herianto, mengungkapkan bahwa organisasi kini telah menerima 10 set peralatan Gateball baru dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar. Bantuan itu melengkapi peralatan sebelumnya yang diperoleh dari Dinas PU, yang selama ini aktif menyelenggarakan turnamen internal.
“Kami ingin memastikan bahwa Gateball semakin dikenal masyarakat, terutama pelajar. Dengan sarana yang memadai, kami dapat memulai pembinaan lebih terstruktur,” ujar Bambang.
Meski memiliki rencana jangka panjang menggelar turnamen antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD), fokus Pergatsi saat ini adalah memperkenalkan teknik dasar dan aturan bermain Gateball kepada generasi muda.
Program sosialisasi ke sekolah akan berlangsung setelah pelaksanaan pra-PORPROV. Namun, karena ketersediaan alat masih terbatas, praktik permainan akan diarahkan ke lokasi latihan resmi. Saat ini, sesi latihan rutin diadakan di area dekat Kantor Bupati Kukar sambil menunggu rampungnya pembangunan lapangan khusus Gateball.
Bambang menjelaskan bahwa pembinaan atlet dimulai dari jenjang kelas 6 SD hingga SMP, melalui kelompok latihan bertahap, mulai dari kategori junior, senior, hingga open. Model pembinaan ini diharapkan mampu menciptakan regenerasi atlet yang berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menegaskan dukungan penuh terhadap perkembangan Gateball, baik melalui pembangunan fasilitas, penyediaan perangkat pertandingan, maupun sosialisasi untuk meningkatkan minat masyarakat.
“Dispora berkomitmen memfasilitasi perkembangan Gateball. Kami ingin olahraga ini tumbuh cepat dan menjadi salah satu cabang unggulan di Kukar,” tegas Aji.
Dengan kolaborasi antara Pergatsi dan Dispora Kukar, diharapkan Gateball tidak hanya berkembang pesat, tetapi juga mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang bisa bersaing di tingkat lebih tinggi.















