TENGGARONG – Program pelatihan Garda Pratama yang digagas KNPI Kukar mendapat respons tinggi dari pemuda daerah. Tingginya minat tersebut membuat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar menetapkan program ini sebagai salah satu prioritas pada 2025, sekaligus menyiapkan pelatihan lanjutan untuk tahun 2026.
Kabid Kepemudaan Dispora Kukar, Dery Wardhana, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan aspirasi langsung dari para pemuda yang selama ini membutuhkan sertifikasi profesi keamanan untuk memasuki dunia kerja.
“Ini aspirasi langsung dari KNPI, terutama pengurus DPK. Mereka ingin sertifikat yang dimiliki benar-benar membuka peluang kerja,” ujar Dery.
Pelatihan yang digelar sejak November dan dibuka oleh Kasat Binmas ini berlangsung di SKB Tenggarong Seberang selama tiga bulan. Para peserta yang dinyatakan lulus telah menerima surat kelulusan sementara, sehingga mereka dapat melamar pekerjaan sebelum sertifikat resmi terbit.
Antusiasme peserta cukup tinggi, dengan total 60 orang mengikuti program ini. Sebanyak 20 peserta berasal dari KNPI sesuai kuota yang diusulkan organisasi. Dispora Kukar juga meminta agar penempatan kerja mempertimbangkan domisili peserta, sehingga mereka tidak perlu ditempatkan di daerah yang terlalu jauh.
“Kami berharap penempatan tetap memperhatikan domisili. Lebih baik di Kukar atau Samarinda daripada harus jauh seperti Berau,” tambahnya.
Dispora menegaskan bahwa Garda Pratama merupakan sertifikasi tingkat dasar. Untuk meningkatkan kompetensi dan karier peserta, Dispora dan KNPI telah sepakat menyiapkan sertifikasi lanjutan pada 2026.
Program lanjutan tersebut diharapkan mampu memberi peningkatan kapasitas sekaligus membuka peluang posisi kerja yang lebih baik bagi para pemuda.
Melalui pembinaan berjenjang dan terstruktur, Dispora Kukar menargetkan agar program ini tidak hanya menghasilkan peserta terlatih, tetapi juga mendorong peningkatan karier di bidang keamanan.















