KUKAR – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dipercaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar untuk menjadi Event Organizer (EO) dalam pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
MTQH tingkat Provinsi Kaltim tersebut dijadwalkan berlangsung di Kukar pada 5-11 Desember 2026. Dalam pelaksanaannya, Dispar Kukar bertugas menyiapkan personel yang akan mendampingi para kafilah selama berada di Kukar.
Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ivan Ahmad, mengatakan pihaknya telah melakukan inventarisasi terhadap sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ditunjuk untuk terlibat sebagai EO.
Menurutnya, terdapat 12 OPD yang masing-masing diminta menugaskan tiga hingga maksimal empat orang ASN untuk menjalankan tugas tersebut. Dari proses inventarisasi yang dilakukan, tercatat sebanyak 33 ASN yang akan terlibat.
“Jadi masing-masing dari 12 OPD ini sudah kami sampaikan agar menugaskan tiga sampai maksimal empat orang. Alhamdulillah, pada bulan Juli kemarin sudah kami inventarisasi sekitar 33 orang ASN yang terdiri dari PNS dan PPPK,” kata Ivan seusai rapat persiapan MTQH di ruang rapat Sekda Kukar, Kamis (8/10/2026).
Selain melibatkan ASN, Dispar Kukar juga menggandeng Duta Wisata Kukar. Sebanyak 24 orang Duta Wisata disiapkan untuk menjadi bagian dari EO yang akan mendampingi kafilah selama pelaksanaan MTQH.
Ivan menjelaskan, 24 Duta Wisata tersebut nantinya dibagi untuk mendampingi kafilah dari 10 kabupaten/kota, Dewan Hakim, serta panitia tingkat provinsi. Setiap kafilah akan didampingi dua orang EO yang terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan.
Pembagian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pelayanan selama kegiatan berlangsung. EO laki-laki akan mendampingi peserta laki-laki, sedangkan EO perempuan bertugas melayani peserta perempuan.
“Kenapa kami tempatkan sepasang-sepasang dalam satu kafilah? Karena ini kegiatan keislaman. Jadi yang laki-laki melayani peserta laki-laki dan yang perempuan melayani peserta perempuan. Ini supaya komunikasi dan penyampaian informasi kepada kafilah lebih mudah,” jelasnya.
Dengan komposisi tersebut, total personel EO yang disiapkan Dispar Kukar mencapai 57 orang. Jumlah itu terdiri dari 33 ASN dan 24 Duta Wisata Kukar.
Untuk memastikan seluruh personel memahami tugasnya, Dispar Kukar akan menggelar rapat bersama seluruh EO pada Senin (12/10/2026). Pertemuan tersebut akan diisi dengan pembekalan mengenai tugas dan fungsi masing-masing personel selama pelaksanaan MTQH.
“Jadi hari Senin nanti kita akan menyelenggarakan rapat di ruang rapat LPTQ,” ujar Ivan.
Selain pembekalan, Dispar Kukar juga akan membentuk grup WhatsApp khusus bagi para EO. Grup tersebut dinilai penting untuk mempercepat komunikasi, terutama ketika pelaksanaan kegiatan memasuki hari-hari utama MTQH.
Ivan menyebut komunikasi antara EO, pengemudi, dan kafilah harus berjalan intensif. Hal itu berkaitan dengan mobilitas peserta menuju berbagai venue perlombaan yang membutuhkan ketepatan waktu.
“Biasanya pada saat pelaksanaan di hari H, diskusi sangat intens karena kami harus memastikan setiap sopir yang membawa kafilah harus tepat waktu. Sebelum peserta menuju venue lomba, kendaraan sudah harus standby di hotel penjemputan,” katanya.
Ia menargetkan mulai 15 Oktober 2026 para EO sudah melakukan komunikasi dengan ofisial masing-masing kafilah. Komunikasi tersebut diperlukan untuk menyampaikan berbagai informasi mengenai akomodasi dan kebutuhan peserta selama berada di Kukar.
Informasi yang akan disampaikan meliputi lokasi hotel, ketersediaan kamar, hingga akses menuju lokasi perlombaan.
Para EO, kata dia, nantinya menjadi penghubung antara panitia dengan ofisial kafilah untuk memastikan kebutuhan informasi tersebut dapat diterima dengan baik.
Ivan menegaskan, tugas EO tidak hanya sebatas mendampingi kafilah dalam urusan teknis kegiatan. Termasuk ketika kafilah membutuhkan informasi mengenai destinasi wisata, kuliner, maupun berbagai hal lain yang berkaitan dengan daerah.
Menurutnya, keberadaan EO sekaligus menjadi kesempatan untuk memberikan pengalaman yang baik kepada para tamu selama mengikuti MTQH di Kukar.
“Jadi tugas utama para EO adalah memberikan pelayanan terbaik kepada kafilah. Kalau mereka membutuhkan informasi mengenai destinasi wisata, kuliner atau hal lainnya, kami harapkan EO bisa memberikan informasi yang dibutuhkan,” pungkasnya. (Adv)















