KUKAR – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akan menyusun rencana penataan kawasan permukiman yang terdampak kebakaran di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, pada Senin (5/10/2026).
Kepala Disperkim Kukar, Muhammad Aidil, mengatakan langkah awal yang dilakukan ialah berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan untuk mendata warga terdampak serta mengidentifikasi kebutuhan mereka.
Berdasarkan data sementara, kebakaran tersebut berdampak terhadap sekitar 75 kepala keluarga (KK). Jumlah itu menjadi perhatian pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan lanjutan.
Aidil menjelaskan, penanganan korban tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan setelah bencana, tetapi juga memerlukan perencanaan kawasan agar lingkungan permukiman dapat dibangun kembali dengan lebih tertata.
“Pendataan kami lakukan untuk mengetahui kebutuhan warga yang terdampak. Setelah itu, kami akan membahas langkah penanganannya bersama tim di tingkat kabupaten, termasuk rencana penataan kawasan yang diperlukan,” ujar Aidil.
Ia menyebutkan, kondisi permukiman di lokasi tersebut telah terbentuk sejak puluhan tahun lalu. Posisi bangunan yang berdekatan dan tata letak yang belum tertata secara optimal menjadi tantangan tersendiri dalam menyusun rencana perbaikan.
Karena itu pihaknya, kata dia, tidak dapat langsung menetapkan pola pembangunan tanpa mempertimbangkan kondisi bangunan dan kepemilikan lahan masyarakat.
Aidil menegaskan, rencana penataan akan terlebih dahulu dibahas bersama warga dan pemerintah kelurahan. Langkah ini diperlukan agar masyarakat dapat menyampaikan masukan sebelum keputusan diambil.
Terkait bantuan pembangunan rumah, ia mengatakan pihaknya masih akan melakukan pembahasan lebih lanjut. Pemerintah juga berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Badan Zakat Amil Nasional (Baznas) Kukar, untuk melihat kemungkinan dukungan bagi korban.
“Kami akan berupaya mencari solusi terbaik bagi warga terdampak. Rencana penataan harus dibicarakan bersama masyarakat agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan mereka dan kawasan tersebut nantinya lebih layak untuk dihuni,” pungkasnya. (Adv)














