KUKAR – Film Misteri Tuana Tuha yang melibatkan talenta lokal Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini memasuki tahap finalisasi. Film bergenre horor tersebut ditargetkan dapat diluncurkan kepada masyarakat pada 2026 melalui Special Screening 1 (SS1).
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Awang Ivan Ahmad, menjelaskan bahwa proses penyelesaian film saat ini berfokus pada penyempurnaan sejumlah unsur produksi, termasuk pengisian suara latar (background sound) dan penggunaan teknologi Computer Generated Imagery (CGI).
Ia mengatakan, Dispar Kukar juga telah berkoordinasi dengan pihak SS1 untuk mempersiapkan penayangan film tersebut. Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, masyarakat dapat menyaksikan hasil karya sineas lokal itu pada tahun ini.
“Proses produksinya sudah berjalan sejak tahun lalu. Sekarang tinggal menyelesaikan beberapa bagian akhir, terutama suara latar dan CGI. Kami juga sudah berkomunikasi dengan SS1 agar film ini bisa diluncurkan secara umum pada tahun ini,” ujar Ivan.
Meski demikian, jadwal penayangan secara resmi masih menunggu kepastian. Ivan meminta masyarakat untuk mengikuti informasi selanjutnya sembari menantikan pengumuman tanggal tayang film tersebut.
Ia menerangkan, penyelesaian administrasi juga menjadi bagian dari tahapan yang perlu dituntaskan agar hasil produksi dapat ditindaklanjuti untuk kepentingan komersial.
Dalam proses tersebut, hasil produksi film telah dihibahkan kepada komunitas yang terlibat. Langkah ini diharapkan memberikan ruang bagi komunitas untuk mengelola dan mengembangkan pemanfaatan film, termasuk membuka peluang penayangan melalui saluran yang dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Dari sisi cerita, Misteri Tuana Tuha mengusung genre horor dengan melibatkan talenta yang berasal dari Kukar. Pelibatan sumber daya lokal ini menjadi salah satu upaya untuk memberikan kesempatan kepada para pelaku kreatif daerah dalam menghasilkan karya perfilman.
Terkait klasifikasi usia penonton, Ivan menyampaikan bahwa film tersebut sementara diperkirakan sesuai untuk penonton berusia 13 tahun ke atas. Namun, penetapan batas usia akan mengikuti hasil penilaian tim yang berwenang dalam proses klasifikasi film.
“Untuk klasifikasi usia penonton, nantinya akan ditentukan melalui proses penilaian, sedangkan penayangan film ini kami harapkan bisa terealisasi tahun ini,” pungkasnya. (Adv)














