Samarinda—Akbar Ciptanto, Komisioner Bidang Perencanaan, Data, dan Informasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda, mengungkapkan berbagai strategi yang dilakukan untuk menekan angka golput (golongan putih) atau masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya menjelang masa tenang pemilihan umum.
Menurut Akbar, salah satu pendekatan yang diutamakan adalah mengaktifkan peran berbagai lembaga berpengaruh dalam masyarakat. Fokus KPU kini pada keterlibatan aktif lembaga kemahasiswaan, organisasi masyarakat, kepemudaan, PPK, PPS, hingga lembaga pemerintahan dan Bawaslu.
“Kita sekarang lebih mengaktifkan peran-peran aktif lembaga kemahasiswaan, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, kemudian kita juga mengajak PPK, PPS, maupun lembaga pemerintah dan Bawaslu,” ujar Akbar pada Minggu (17/11/2024).
Akbar menegaskan bahwa strategi ini dilakukan dengan melibatkan semua pihak dalam edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pemilih akan pentingnya berpartisipasi aktif dalam Pemilu dan memahami hak suara mereka.
“Kita ajak semuanya untuk bahu membahu untuk menghadirkan masyarakat ke TPS. Ini upaya kami semaksimal mungkin untuk memastikan pemilihan berjalan lebih demokratis dan partisipatif,” pungkas Akbar. (ADV)















