Kukar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat upaya pencegahan stunting sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) saat ini terus berupaya dalam mengatasi permasalahan stunting yang masih menjadi perhatian serius.
Pada tahun 2025 ini, Pemkab telah menargetkan tidak ada lagi kasus stunting baru dan berfokus pada pencegahan stunting melalui pengoptimalan fungsi kader posyandu baik di puskesmas maupun di PKK, yang bertugas mengumpulkan dan memastikan data kesehatan bayi dan ibu hamil (bumil).
“Kami memastikan bahwa ibu hamil atau calon pengantin yang berisiko mengalami gejala stunting mendapatkan edukasi yang tepat, agar anak-anak yang lahir tidak mengalami stunting di masa depan,” kata Sunggono saat ditemui di ruang kerjanya, pada Kamis (27/2/2025).
Selain itu, ia juga tengah berupaya meningkatkan penanganan anak-anak yang sudah terlanjur mengalami stunting.
Kendati demikian, Ia menyampaikan bahwa di Kukar saat ini masih mencari dokter anak karena di Kukar masih kekurangan tenaga medis di bidang tersebut.
“Kami sekarang masih kekurangan dokter khusus anak dan hingga saat ini kami juga masih mencari” ucapnya.
Menurutnya, hal itu sangat penting lantaran kekurangan tenaga medis di bidang anak dapat mempengaruhi penanganan kesehatan anak secara optimal, yang berhubungan langsung dengan upaya pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting.
Berdasarkan laporan terakhir yang diterimanya, presentase stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara saat ini tercatat sebesar 14,2%. Meskipun angka ini menunjukkan penurunan, namun pihak pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk terus menurunkan angka stunting dengan upaya lebih maksimal.
“Kami pasti lebih masif lagi dalam menangani ini dengan turut melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat, kader posyandu, dan tenaga medis,” tutupnya. (adv)















