Samarinda – Anggota DPRD Kota Samarinda dari Daerah Pemilihan (Dapil) Samarinda Ulu, Sani Bin Husain, menanggapi kejadian longsor yang terjadi di Jalan KS Tubun Dalam, Kelurahan Dadi Mulya, pada Selasa (11/3/2025).
Ia menegaskan pentingnya Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memiliki peta bencana yang diperbarui secara berkala untuk memitigasi risiko di masa depan.
“Pemerintah Kota Samarinda harus memiliki peta bencana yang diperbarui setiap lima tahun. Biasanya, peta ini disusun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan menjadi panduan dalam upaya mitigasi bencana, termasuk longsor dan banjir,” ujar Sani saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (12/3/2025).
Selain mitigasi, Sani juga mendorong Pemkot untuk memberikan respons cepat dalam membantu korban bencana. Ia menekankan bahwa bantuan tanggap darurat sangat dibutuhkan oleh masyarakat terdampak.
“Saya meminta Pemkot Samarinda untuk bertindak cepat membantu korban. Ketika terjadi bencana seperti banjir atau longsor, reaksi cepat sangat penting agar masyarakat bisa segera mendapatkan bantuan,” lanjutnya.
Tak hanya penanganan darurat, Sani juga menyoroti pentingnya rencana pemulihan (recovery) pasca-bencana yang terencana dengan baik. Ia meminta Pemkot Samarinda, melalui dinas terkait seperti ATR/BPN, untuk menata kembali wilayah terdampak dan memberikan kejelasan mengenai zona aman untuk pembangunan.
“Setelah bencana, perlu ada recovery yang jelas. Kita harus menentukan mana wilayah yang aman untuk dibangun dan mana yang berisiko tinggi. Ini penting agar masyarakat mendapatkan panduan yang jelas sebelum membangun,” tegasnya.
Sani berharap tiga aspek utama—mitigasi bencana, respons cepat, dan rencana pemulihan—dapat menjadi perhatian utama Pemkot Samarinda. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah kejadian serupa di masa depan dan menjaga keselamatan warga.
Peristiwa longsor di Jalan KS Tubun Dalam mengakibatkan beberapa rumah terdampak, meskipun tidak ada laporan korban jiwa. Saat ini, BPBD Samarinda masih melakukan upaya penanganan di lokasi kejadian. (Adv/DPRD Samarinda)















