Kukar – Sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penghijauan, Pemerintah Desa (Pemdes) Segihan, Kecamatan Sebulu, terus menggenjot program Satu Rumah Satu Bioflok.
Program ini menjadi salah satu strategi utama dalam mendorong sektor pertanian agar berkembang secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi warga.
Kepala Desa Segihan, Hendra Wahyudi, menegaskan pembangunan desa tahun ini difokuskan pada sektor pertanian, mencakup budidaya padi, peternakan, serta perkebunan.
Pemdes Segihan ingin memastikan bahwa pertanian di desa terus berkembang dengan baik, didukung oleh infrastruktur yang memadai.
“Di Desa Segihan, kami memprioritaskan pembangunan di bidang pertanian. Fokus utama kami adalah budidaya padi, peternakan, dan perkebunan. Tahun ini, perhatian lebih besar kami berikan agar sektor ini semakin maju,” ujar Hendra saat diwawancarai, Selasa (4/3/2025).
Ia juga menyoroti pentingnya infrastruktur pendukung seperti irigasi, embung, dan drainase yang baik. Guna memastikan akses serta sistem pengairan lebih optimal bagi petani, Pemdes Segihan telah mengalokasikan sekitar Rp 600 juta dari Dana Desa (DD).
“Sekitar Rp 600 juta dari Dana Desa kami alokasikan untuk pertanian, terutama untuk mendukung pengairan dan akses petani. Ini menjadi salah satu langkah agar petani di desa ini bisa lebih sejahtera,” tambahnya.
Lebih lanjut, Hendra menjelaskan bahwa program Satu Rumah Satu Bioplog kini memasuki tahun kedua pelaksanaannya. Program ini mendorong warga untuk memanfaatkan pekarangan rumah mereka dengan menanam tanaman produktif, baik dalam polybag maupun media lainnya. Selain berkontribusi pada penghijauan, program ini juga menjadi solusi bagi ketahanan pangan keluarga.
“Kami ingin setiap rumah memiliki tanaman produktif. Dengan cara ini, masyarakat bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari,” jelasnya.
Sebagai langkah awal, proyek percontohan telah diterapkan di salah satu RT dengan konsep Satu Rumah Satu Pohon, di mana setiap rumah menanam tanaman dalam polybag. Ke depan, Pemdes Segihan menargetkan program ini dapat diterapkan di seluruh 11 RT yang ada di desa.
“Saat ini sudah ada satu RT yang menerapkan konsep ini. Target kami, seluruh 11 RT di Desa Segihan bisa mengadopsi program ini secara bertahap,” pungkasnya. (Adv)















