Diskominfo 31
Terbit 11 Maret 2025. Desa/Kelurahan 9
Kukar – Menghadapi tantangan perubahan iklim dan potensi krisis pangan, Pemerintah Desa (Pemdes) Segihan di Kecamatan Sebulu mulai mengembangkan strategi pertanian modern berbasis efisiensi dan ketahanan jangka panjang.
Kebijakan ini menjadi salah satu prioritas pembangunan desa tahun 2025, dengan target utama meningkatkan produktivitas padi sekaligus meminimalkan dampak cuaca ekstrem yang selama ini mengganggu siklus tanam.
Sekretaris Desa Segihan, Setiono Anitabhakti, menyebut bahwa perubahan pola musim telah mengakibatkan menurunnya intensitas panen. Jika sebelumnya petani bisa menanam dua kali setahun, kini hanya sekali.
“Musim kemarau panjang membuat petani sulit mempertahankan siklus tanam. Ini situasi serius yang perlu respons cepat, salah satunya melalui teknologi pertanian yang lebih adaptif,” ungkap Setiono, Selasa (11/03/2025).
Sebagai langkah konkret, Pemdes menggandeng BUMDes dan mitra usaha lokal untuk menjamin ketersediaan pupuk dan benih unggul, serta membuka akses terhadap alat mesin pertanian (alsintan) modern.
“Dengan mekanisasi, petani tidak hanya lebih efisien, tapi juga bisa menyesuaikan diri dengan tantangan iklim. Ini cara kami menjaga ketahanan pangan lokal,” ujarnya.
Dari total sekitar 100 hektare lahan pertanian yang tersedia, produktivitas padi masih berkisar tiga ton per hektare. Target pemerintah desa adalah meningkatkan angka itu dengan pendekatan teknis dan pembinaan berkelanjutan.
Terakhir Setiono berharap, dengan kebijakan ini kedepannya tak hanya dapat memperkuat fondasi pangan desa, tapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani.
“Petani harus merasakan langsung dampaknya. Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tapi juga soal kesejahteraan mereka yang menjaga sawah tetap hidup,” tutupnya. (Adv)















