KUKAR – Investasi Kecamatan Sebulu dalam membangun ekosistem pembinaan sepak bola berbasis desa mulai menampakkan hasil.
Tim sepak bola Sebulu berhasil menembus babak semifinal Piala ASKAB U-20 Kutai Kartanegara (Kukar), yang akan digelar di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, pada Selasa, 14 Mei 2025.
Camat Sebulu, Edy Fachruddin, menyampaikan apresiasinya terhadap perjuangan tim yang merupakan hasil seleksi dari 14 desa di wilayahnya. Menurutnya, pencapaian ini adalah buah dari kerja kolektif yang menempatkan pengembangan olahraga sebagai bagian dari strategi pembangunan sosial.
“Besok sore kami main lagi. Mudah-mudahan tim Kecamatan Sebulu bisa lanjut menuju final,” ujarnya saat diwawancarai pada Senin (12/05/2025).
Tim ini, lanjut Edy, dibentuk melalui proses seleksi ketat sebagai bentuk nyata komitmen dalam mewadahi dan mengasah bakat sepak bola lokal. Ia menekankan pentingnya kekompakan dan keterlibatan seluruh desa dalam membentuk identitas tim yang inklusif dan tangguh.
“Kami memberikan ruang bagi talenta-talenta dari 14 desa kami yang sudah kami seleksi kemarin. Kami bangga karena anak-anak dari 14 desa ini menjadi satu tim yang solid dalam bermain sepak bola,” ujarnya.
Tingginya minat warga terhadap sepak bola juga disebut sebagai modal sosial penting dalam mengembangkan potensi lokal. Hampir seluruh masyarakat Sebulu menjadikan sepak bola sebagai budaya bersama.
“Hampir 99 persen warga kami memang hobi sepak bola,” tuturnya.
Komitmen itu terwujud melalui penyelenggaraan rutin Liga Desa, yang berfungsi sebagai ruang pencarian bakat sekaligus ajang pembinaan. Edy menyebut Liga Desa menjadi bagian tak terpisahkan dari regenerasi atlet muda Sebulu.
“Sejak saya hadir di Kecamatan Sebulu, ini sudah yang ketiga kalinya kami melaksanakan Liga Desa. Tahun ini rencananya akan digelar di Desa Segihan,” lanjutnya.
Ke depan, ia berharap para pemain hasil binaan dapat masuk dalam skuad Kabupaten Kukar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), serta berkontribusi dalam mempertahankan prestasi Kukar di ajang tersebut.
“Ajang ini juga untuk membangun kerangka pemain menuju Porprov nanti. Mudah-mudahan ada pemain kami yang terpilih dan bisa memperjuangkan Kukar, mempertahankan emas di cabang sepak bola,” ujarnya.
Tak hanya soal kemampuan teknis, Edy juga menekankan pentingnya pembinaan karakter bagi pemain muda. Melalui penguatan dari tingkat desa, Sebulu menunjukkan bahwa pembangunan sektor olahraga tak hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang membangun karakter, solidaritas, dan masa depan generasi muda.
“Kami selalu mengimbau kepada talenta-talenta muda kami agar bermain dengan baik, baik dari segi skill maupun sikap, agar masyarakat bisa menikmati pertandingan dengan nyaman,” pungkasnya. (Adv)















