Samarinda – Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, mengingatkan bahwa persoalan minimnya lapangan kerja di kota ini bukan sekadar isu ekonomi, tetapi sudah merambah ke ranah sosial.
Menurutnya, kondisi tersebut bisa menjadi salah satu pemicu meningkatnya tindak kriminal.
Novan menilai, pertumbuhan penduduk Samarinda yang terus meningkat tanpa diimbangi ketersediaan pekerjaan layak akan melahirkan tekanan sosial baru.
Ia menegaskan, hal ini berpotensi mendorong sebagian masyarakat menempuh jalan pintas dengan melakukan tindak kejahatan.
“Yang harus dipikirkan pemerintah adalah bagaimana menciptakan kondisi agar masyarakat enggan berbuat kejahatan. Salah satunya memastikan ada lapangan kerja yang bisa diakses,” tegasnya.
Ia mencontohkan kasus pencurian fasilitas umum yang marak terjadi di Samarinda. Mulai dari kabel listrik hingga tutup drainase, sebagian besar kasus tersebut, menurut Novan, tidak terlepas dari faktor ekonomi.
Untuk itu, ia mendorong pemerintah kota memperluas akses lapangan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat. Dengan kondisi ekonomi yang lebih stabil, ia percaya angka kriminalitas bisa ditekan secara signifikan.
Namun begitu, Novan menekankan bahwa rendahnya angka kriminal bukanlah satu-satunya indikator kesejahteraan sebuah daerah.
“Yang lebih penting adalah bagaimana pemerintah dan masyarakat mampu mencegah potensi kejahatan sejak awal,” ujarnya.
Politisi ini juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. Pemerintah perlu menghadirkan kebijakan konkret, sementara masyarakat bisa berkontribusi dengan memberikan kesempatan kerja atau usaha di lingkungannya masing-masing.
“Kalau semua pihak terlibat, baik dari kebijakan maupun inisiatif masyarakat, maka persoalan ini bisa ditekan. Kualitas hidup warga pun akan meningkat,” tambahnya.
Novan optimistis, dengan keterlibatan bersama, Samarinda bisa membangun lingkungan yang aman sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi warganya. (Adv/DPRD Samarinda)















