Tenggarong– Pertumbuhan jumlah wirausaha muda di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan peningkatan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar mencatat bahwa hingga tahun 2025, lebih dari 2.500 pelaku usaha muda telah menerima pembinaan melalui Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM) dan berbagai kegiatan kreatif, termasuk acara seperti Pesta Raya Rasa.
Dery Wardhana, Kabid Kepemudaan dan Kewirausahaan Dispora Kukar, menjelaskan bahwa pembinaan yang dilaksanakan sama sekali tidak bertujuan membuat pelaku usaha bergantung pada pemerintah. Justru sebaliknya, program ini dirancang sebagai pemicu agar mereka dapat berkembang secara mandiri dan memiliki daya saing yang tinggi.
“Kami memberi keleluasaan agar mereka terus berinovasi, perkembangannya terlihat dari sisi produk, kemasan, sampai pemasaran melalui media sosial,” ujar Dery.
Perubahan yang paling mencolok terletak pada kreativitas produk dan model pemasaran yang kini jauh lebih modern. Banyak UMKM muda yang awalnya hanya mengandalkan metode pemasaran dari mulut ke mulut, kini telah aktif memanfaatkan marketplace hingga konten visual yang menarik untuk kepentingan promosi.
Aktivitas kreatif seperti Pesta Rasa terbukti berhasil membuka peluang yang lebih luas. Event tersebut tidak hanya berfokus sebagai ajang kuliner, tetapi juga berfungsi sebagai ruang pertemuan antara pelaku UMKM muda dengan komunitas kreatif, investor lokal, hingga menarik pelanggan baru dari berbagai wilayah.
Ruang interaksi semacam ini sangat vital untuk memperluas jaringan bisnis. Selain memperoleh pengalaman berjualan secara langsung, para pelaku UMKM juga belajar mengidentifikasi preferensi pasar dan cara-cara efektif untuk meningkatkan kualitas produk mereka.
Dispora Kukar berharap program-program pengembangan wirausaha tersebut tidak hanya berhasil menambah kuantitas pelaku usaha muda, tetapi yang lebih penting, meningkatkan kualitas produk mereka agar lebih kompetitif di pasar yang lebih luas.
“Kami ingin kegiatan seperti Pesta Rasa terus menjadi ruang bertumbuhnya UMKM muda agar produk mereka semakin berkualitas dan dikenal lebih luas,” tambahnya.
Melihat tren pertumbuhan yang sangat positif, Dispora Kukar optimis bahwa sektor wirausaha muda akan menjadi salah satu pilar utama yang menggerakkan ekonomi kreatif daerah. Kemandirian pemuda dalam berbisnis dinilai mampu memperkuat struktur ekonomi lokal sekaligus menciptakan lebih banyak peluang kerja baru.
Dengan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dan dukungan fasilitas yang terus diperluas, Kukar diyakini mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha muda yang inovatif dan berdaya saing tinggi di masa mendatang.















