TENGGARONG – Tak sekadar mengayuh roda tua, para pecinta sepeda ontel di Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi simbol unik perpaduan antara olahraga, seni, dan pelestarian budaya. Hal ini mendapat apresiasi khusus dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar), Aji Ali Husni, yang menilai bahwa eksistensi komunitas ontel merupakan bagian penting dari semangat masyarakat menjaga warisan sejarah.
“Ontel itu bukan cuma sepeda tua. Ketika mereka bersepeda dengan busana klasiknya, ada nilai historis dan budaya yang mereka bawa. Ini bukti kecintaan terhadap masa lalu yang tetap hidup di masa kini,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, komunitas sepeda ontel selalu menjadi daya tarik tersendiri dalam setiap kegiatan gowes atau event olahraga di Kukar. Keberadaan mereka menambah nuansa nostalgia dan warna budaya di tengah masyarakat modern.
“Komunitas ontel ini bukan hanya sekadar hobi, tapi juga menjadi jembatan antara olahraga, sejarah, dan seni budaya. Nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, serta semangat positif yang mereka tunjukkan sangat sejalan dengan visi **‘Kukar Idaman Terbaik’,” tambahnya.
Aji Ali juga menyebut banyak komunitas ontel di Kukar yang aktif menggelar acara sendiri, seperti gowes budaya, pawai kostum klasik, dan bakti sosial. Hal ini menunjukkan semangat mandiri dan kreativitas tinggi dari para anggotanya.
“Kalau komunitas seperti ini terus tumbuh, saya yakin semangat sportivitas, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya lokal masyarakat Kukar juga semakin kuat,” tutupnya.
Dengan dukungan pemerintah daerah, komunitas sepeda ontel diharapkan terus menjadi ikon olahraga berbudaya dan inspirasi generasi muda untuk tetap menghargai sejarah lewat cara yang menyenangkan.















