KUKAR – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dinilai berjalan baik. Meski demikian, pemerataan layanan bagi seluruh penerima manfaat masih membutuhkan proses, terutama di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar, Ananias, mengatakan sebagian siswa belum menerima manfaat program tersebut karena keterbatasan layanan di sejumlah wilayah terpencil yang sulit dijangkau.
Menurutnya, karakteristik geografis Kukar menjadi tantangan dalam memperluas jangkauan program MBG. Sejumlah daerah memiliki akses yang terbatas sehingga membutuhkan pola pelayanan berbeda dibandingkan wilayah perkotaan.
“Kalau untuk Kukar, sebenarnya tidak ada persoalan yang berarti. Pelaksanaannya berjalan, hanya saja beberapa wilayah terpencil masih dalam proses persiapan agar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bisa beroperasi,” ujarnya, Senin (19/10/2026).
Ananias menjelaskan, hingga saat ini terdapat 48 dapur SPPG yang telah beroperasi di Kukar. Sementara itu, beberapa wilayah 3T masih membutuhkan penyesuaian sebelum layanan dapat berjalan secara optimal.
Ia mencontohkan sejumlah daerah seperti Tani Baru, Muara Pantuan, Kutai Lama, dan Sepatin yang memiliki karakteristik wilayah terluar. Kondisi tersebut membuat pembangunan dapur dengan skema kemitraan konvensional tidak mudah diterapkan.
Di wilayah perkotaan seperti Tenggarong, kata dia, pembangunan dapur mitra relatif memungkinkan karena jumlah penerima manfaat lebih besar. Sebaliknya, jumlah penerima manfaat di sejumlah kawasan terpencil cenderung terbatas.
“Kalau jumlah penerima manfaatnya sedikit, tentu secara ekonomi kurang menarik bagi investor untuk membangun dapur seperti yang ada di perkotaan,” jelasnya.
Karena itu, kawasan 3T memerlukan penanganan khusus agar masyarakat tetap memperoleh akses terhadap program pemenuhan gizi tersebut.
Ananias menyebut, Badan Gizi Nasional (BGN) memiliki perhatian tersendiri terhadap pelaksanaan MBG di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang.
Ia juga mengungkapkan, belum lama ini pihaknya mendampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG dalam agenda peresmian dapur MBG di kawasan 3T bersama perwakilan BGN.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong perluasan layanan MBG hingga ke daerah yang selama ini menghadapi kendala akses dan keterbatasan infrastruktur pendukung.
Meski sejumlah dapur di wilayah terpencil telah memasuki tahap aktivasi, pengoperasiannya masih memerlukan waktu untuk melengkapi berbagai perangkat dan kebutuhan pendukung pelayanan.
Ananias berharap percepatan persiapan dapat dilakukan melalui koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak terkait, sehingga tidak ada wilayah yang tertinggal dalam pelaksanaan program tersebut.
“Kami terus mendorong agar persiapan di daerah-daerah tersebut segera tuntas. Harapannya, seluruh wilayah Kukar bisa segera memiliki dapur SPPG yang beroperasi sehingga manfaat MBG dapat dirasakan lebih merata,” pungkasnya. (Adv)















