KUKAR – Pasar ekspor masuk dalam agenda pengembangan ekonomi kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada 2027. Upaya ini akan diawali dengan memetakan peluang pemasaran produk lokal ke luar negeri melalui koordinasi dengan sejumlah perangkat daerah terkait.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, mengungkapkan bahwa rencana tersebut berangkat dari keinginan untuk mencari kemungkinan baru bagi produk dan karya kreatif masyarakat.
Meski demikian, kata Zikri, upaya menuju pasar internasional belum dapat dipastikan karena masih membutuhkan pembahasan dan penelusuran lebih lanjut.
“Pasar luar negeri menjadi peluang yang ingin kami lihat untuk pengembangan ekonomi kreatif Kukar. Kami menargetkan penjajakan mulai dilakukan tahun depan, sambil mempelajari langkah yang bisa diambil,” ungkap Zikri, Rabu (21/10/2026).
Dalam menyiapkan rencana tersebut, Dispar Kukar telah membuka pembicaraan dengan Dinas Perdagangan. Koordinasi ini menjadi bagian dari pencarian peluang kerja sama, terutama dalam melihat kemungkinan pemasaran produk kreatif agar dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.
Zikri menjelaskan, pengembangan pasar membutuhkan pertimbangan dari berbagai sisi.
Karena itu, pihaknya berupaya menggali masukan dari instansi yang memiliki keterkaitan dengan perdagangan sebelum menentukan bentuk tindak lanjut yang sesuai.
“Pembahasan dengan Dinas Perdagangan sudah kami lakukan. Kami ingin mengetahui peluang apa yang bisa dibuka dan bagaimana kemungkinan kerja sama itu dapat mendukung produk ekonomi kreatif daerah,” jelasnya.
Upaya membangun sinergi juga dilakukan dengan pihak yang menangani urusan ketenagakerjaan. Komunikasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan gagasan lintas sektor yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di Kukar.
Zikri bilang, pengembangan sektor kreatif memiliki cakupan yang luas sehingga membutuhkan dukungan sesuai bidang masing-masing. Pertukaran ide dengan berbagai instansi diharapkan menghasilkan pemikiran yang bisa ditelaah lebih lanjut untuk menentukan program yang memungkinkan dijalankan.
Di sisi lain, perluasan pemasaran dinilai penting untuk memberikan ruang pertumbuhan bagi pelaku kreatif. Jangkauan konsumen yang lebih luas berpotensi membuka kesempatan baru bagi produk lokal, meskipun setiap peluang tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan usaha yang bersangkutan.
Zikri menekankan, pembicaraan mengenai ekspor saat ini belum menjadi keputusan pelaksanaan program. Dispar Kukar masih berfokus mengidentifikasi peluang dan membangun koordinasi agar rencana yang disusun memiliki dasar tindak lanjut yang lebih jelas.
“Yang sedang kami lakukan sekarang adalah mencari kemungkinan yang realistis untuk dikembangkan. Setelah peluangnya lebih jelas, baru bisa dilihat bagaimana langkah berikutnya dan dukungan apa yang diperlukan,” ujarnya.
Ia berharap penjajakan tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk menemukan jalur pemasaran baru bagi produk ekonomi kreatif Kukar. Hasil koordinasi dengan perangkat daerah terkait nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan upaya yang dapat diteruskan pada tahun mendatang.
“Tujuan akhirnya adalah mencari kesempatan yang bisa membantu pelaku ekonomi kreatif mengembangkan usahanya. Kami akan terus menggali peluang yang ada agar ke depan produk lokal memiliki kesempatan menjangkau pasar yang lebih luas,” pungkasnya. (Adv)















