Samarinda – Rencana penggantian nama Tol Balikpapan–Samarinda (Tol Balsam) menjadi Tol Awang Faroek Ishak semakin mendapat dukungan dari berbagai pihak. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kalimantan Timur, Dodi Prabowo menyebutkan bahwa mendukung wacana untuk memberikan nama Awang Faroek Ishak sebagai penggagas tol pertama di Kalimantan.
Dodi Prabowo menilai bahwa penamaan jalan tol dengan nama Awang Faroek Ishak adalah langkah yang tepat untuk menghargai jasa besar mantan Gubernur Kalimantan Timur tersebut. “Beliau adalah alumni GMNI sekaligus tokoh yang memperjuangkan pembangunan infrastruktur yang sangat krusial bagi konektivitas di Kaltim. Jalan tol ini salah satu warisan besar yang harus diakui sebagai bentuk dedikasi dan kerja kerasnya,” ujar Dodi, Selasa (26/12/24).
Lebih lanjut, Dodi menyatakan bahwa Awang Faroek Ishak tidak hanya berperan dalam pembangunan fisik, tetapi juga mendorong perkembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui infrastruktur yang dibangun.
“Dengan mengganti nama Tol Balsam menjadi Tol Awang Faroek Ishak, kita memberikan penghargaan atas semua perjuangannya, dan ini juga bisa menjadi inspirasi bagi pemimpin-pemimpin daerah ke depan,” tambahnya.
Penamaan infrastruktur publik dengan nama tokoh lokal menurut Dodi juga bisa memperkuat identitas dan kebanggaan masyarakat terhadap daerahnya. “Ini bukan sekadar nama, tapi simbol penghargaan atas kontribusi besar beliau dalam memajukan Kalimantan Timur,” tutupnya.
Wacana pergantian nama ini sebelumnya juga didukung oleh beberapa tokoh politik dan masyarakat Kalimantan Timur. Hingga kini, usulan tersebut masih dalam tahap pembahasan dan menunggu keputusan dari pemerintah pusat.















