KUKAR – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong penguatan layanan kesehatan di tingkat desa dan kelurahan melalui pembangunan serta optimalisasi fasilitas posyandu.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen mendukung program Dedikasi Kukar Idaman yang digagas Pemkab Kukar.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, mengatakan pihaknya baru saja meresmikan tiga posyandu baru di wilayah Hulu Kukar bersama Bupati Kukar.
“Tiga posyandu itu berada di Desa Kota Bangun I, Desa Loleng, dan Desa Kedang Murung. Ini bagian dari upaya kami menjadikan posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar Arianto, Jumat (11/04/2025).
Menurutnya, DPMD tidak hanya melakukan pembinaan, tetapi juga memastikan fasilitas posyandu yang dibangun benar-benar siap digunakan.
Saat ini, Kukar memiliki total 816 posyandu, dengan 799 di antaranya dibangun menggunakan dana desa dan kelurahan, sementara sisanya dibangun oleh pihak perusahaan.
“Fokus kami adalah pada 799 posyandu yang dibangun dengan dana pemerintah, agar seluruhnya benar-benar fungsional dan mendukung kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Dalam dua tahun terakhir, tepatnya sejak 2023 hingga 2024, DPMD telah membangun sekitar 40 gedung posyandu di 20 kecamatan. Tiga posyandu yang baru diresmikan merupakan hasil pembangunan tahun anggaran 2024.
“Insya Allah pada 2025, kami targetkan akan membangun sekitar 15 gedung posyandu baru di beberapa kecamatan,” tambahnya.
Tidak hanya pembangunan fisik, DPMD juga aktif meningkatkan kualitas kader posyandu serta menyediakan sarana-prasarana penunjang lainnya.
Arianto pun mengapresiasi prestasi yang diraih Posyandu di Kota Ikatan Negara, yang mencatat hasil tertinggi dalam kegiatan pengukuran dan penimbangan serentak di Kalimantan Timur pada pertengahan tahun lalu.
“Peningkatan kualitas kader dan fasilitas sangat berpengaruh terhadap hasil. Ini menjadi bukti bahwa posyandu sangat penting dalam menjaga kesehatan, khususnya anak-anak,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa penguatan posyandu akan terus didukung oleh Bappeda dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), baik dari sisi infrastruktur maupun sumber daya manusia.
“Dengan makin banyaknya posyandu layak dan peningkatan kualitas kader, kami berharap pelayanan kesehatan di desa dan kelurahan semakin merata dan berkualitas,” pungkasnya. (Adv)















