Samarinda – Tak semua anak di Samarinda bisa bersekolah. Bagi mereka yang berasal dari keluarga miskin ekstrem, pendidikan sering kali menjadi kemewahan yang sulit dijangkau. Namun, kini harapan itu hadir lewat program Sekolah Rakyat.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronie, menyambut program ini sebagai langkah berani untuk membuka akses pendidikan bagi mereka yang selama ini tertinggal.
“Ini bukan sekadar program, tapi penyelamat masa depan. Anak-anak dari keluarga miskin ekstrem akhirnya bisa punya kesempatan untuk belajar,” ujarnya (16/5/2025).
Meski gedung sekolah permanen belum dibangun, tahapan administrasi dan pendataan calon siswa sudah berjalan. Rencananya, proses belajar mengajar dimulai pada tahun ajaran baru nanti dengan lokasi sementara di Samarinda Seberang, bekerja sama dengan Yayasan Melati.
Program ini hanya menyediakan kuota maksimal 100 siswa dan dikhususkan bagi anak-anak usia SMP dan SMA yang benar-benar tidak bersekolah.
“Pendataannya dilakukan oleh Dinas Sosial, bukan Dinas Pendidikan, untuk memastikan sasaran yang tepat,” imbuhnya.
Novan menegaskan, pendidikan tidak hanya soal angka partisipasi sekolah, tapi juga kunci untuk memutus rantai kemiskinan.
“Sekolah Rakyat bisa jadi titik balik. Memberikan ruang bagi anak-anak yang nyaris putus asa karena tak bisa sekolah. Kita harus dukung bersama,” tutupnya. (Adv/Kota Samarinda)















