TENGGARONG – Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Kutai Kartanegara, Lukman, menegaskan perlunya kolaborasi kuat antara pemerintah daerah, sekolah, serta organisasi olahraga masyarakat untuk memperkuat ekosistem olahraga rekreasi di wilayah Kukar. Ia menilai sinergi lintas lembaga merupakan fondasi utama dalam membangun budaya olahraga yang berkelanjutan.
Dalam penjelasannya, Lukman menyebutkan bahwa jenis olahraga yang berada di bawah naungan Kormi sangat beragam, mulai dari aktivitas menantang hingga olahraga kebugaran yang bersifat massal. Situasi ini membuat dukungan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi sangat krusial, seperti Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
“Support terhadap Kormi bukan sebatas menjalankan kegiatan. Filosofinya adalah membangun budaya olahraga masyarakat. Dan itu mustahil dikerjakan sendirian,” ujar Lukman.
Ia menekankan bahwa sekolah memiliki posisi strategis sebagai pilar pembinaan, terutama karena perannya dalam menumbuhkan minat olahraga sejak dini. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, Lukman memandang sekolah sebagai “mesin penggerak” yang mampu menyatukan nilai edukasi dan rekreasi dalam kegiatan olahraga.
Keterlibatan pemerintah daerah juga dinilai penting dalam mendukung partisipasi Kukar dalam ajang tingkat nasional. Lukman mencontohkan keikutsertaan kontingen Kukar dalam Pekan Olahraga Rekreasi Nasional (Pornas) di Lombok, yang menurutnya tidak mungkin terselenggara tanpa dukungan pendanaan dan fasilitasi dari Pemda.
“Selama ini Dispora menjadi tulang punggung. Ke depan, OPD lain juga harus ikut mensupport,” tegasnya.
Lukman optimistis, apabila sinergi antar-OPD semakin diperkuat, Kormi akan mampu mendorong budaya olahraga masyarakat secara masif, sehingga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan fisik dan sosial warga.
“Kunci utamanya adalah kolaborasi,” pungkasnya.















