Tenggarong – Pramuka tidak hanya dikenal melalui kegiatan lapangan ataupun perkemahan. Di balik itu, terdapat jalur pembinaan yang lebih terarah dan sesuai minat, yaitu Satuan Karya Pramuka atau yang lebih dikenal dengan Saka. Wadah ini menjadi tempat bagi anggota Pramuka untuk memperdalam pengetahuan sekaligus membangun keterampilan praktis sesuai bidang yang mereka minati.
Kabid Kepramukaan, Novan Solihin, menegaskan bahwa Saka merupakan ruang belajar yang sangat luas bagi kaum muda.
“Dunia Saka membuka peluang besar bagi generasi muda untuk belajar banyak hal, mulai dari pariwisata, pendidikan, hingga lingkungan hidup,” ujarnya.
Menurut Novan, kehadiran Saka menjadi bukti bahwa Pramuka mampu menjangkau berbagai sektor kehidupan. Kegiatan pembinaan tidak hanya berlangsung di sekolah atau lapangan, tetapi juga di pusat wisata, kawasan konservasi, hingga lembaga-lembaga teknis.
Berbagai jenis Saka hadir sebagai pilihan bagi anggota Pramuka. Misalnya, Saka Bhayangkara yang bergerak di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat. Ada pula Saka Dirgantara yang mengajak anggotanya mengenal dunia penerbangan, serta Saka Bahari yang mempelajari kelautan dan maritim.
Bidang kehutanan difasilitasi melalui Saka Wana Bakti, sedangkan sektor pertanian hadir melalui Saka Taruna Bumi. Kedua Saka ini kerap terlibat dalam program pelestarian alam, pemberdayaan lingkungan, dan ketahanan pangan.
Tidak hanya itu, Saka Pariwisata menjadi wadah untuk mendukung pengembangan wisata lokal, sementara Saka Widya Budaya Bakti bergerak dalam pelestarian budaya dan sejarah. Dunia kesehatan pun tidak ketinggalan dengan hadirnya Saka Bakti Husada, yang membekali anggotanya dengan pengetahuan pertolongan pertama, kesehatan masyarakat, hingga edukasi hidup sehat.
Selain itu, Saka Kencana hadir di bidang keluarga dan sosial, sedangkan Saka Kalpataru fokus pada isu lingkungan serta pengelolaan alam.
Seluruh jenis Saka ini tidak hanya memberikan pengalaman praktik lapangan, tetapi juga membentuk karakter, kecakapan, dan kepedulian sosial anggota Pramuka.
Novan berharap agar perhatian terhadap pembinaan Saka dapat semakin ditingkatkan.
“Saka bukan sekadar pelengkap organisasi. Ini adalah ruang strategis untuk membentuk generasi muda yang terampil, peduli, dan siap berkontribusi di bidangnya masing-masing,” tutupnya.















