Tenggarong— Turnamen Futsal yang diselenggarakan oleh KNPI Kutai Kartanegara (Kukar) sekali lagi membuktikan bahwa kegiatan olahraga melampaui sekadar pertandingan; ia memiliki potensi besar sebagai pendorong utama ekonomi lokal. Acara yang digelar tahun ini sukses menarik ribuan peserta dan penonton, menghasilkan perputaran uang yang dampaknya dirasakan langsung oleh para pelaku usaha.
Dampak paling nyata terlihat pada sektor ekonomi kreatif. Para pengusaha jasa penjahitan jersey, penyedia perlengkapan olahraga, hingga UMKM kuliner mengaku menerima lonjakan pesanan yang masif sejak turnamen dimulai. Permintaan untuk seragam tim meningkat tajam, sementara pedagang makanan dan minuman menikmati peningkatan omzet berkat tingginya animo penonton yang hadir.
Dery Wardhana, Kabid Kepemudaan dan Kewirausahaan Dispora Kukar, menyebut bahwa turnamen yang dipimpin oleh Ketua KNPI Kukar, Rian Tri Saputra, ini merupakan yang terbesar dalam tiga tahun terakhir. Antusiasme masyarakat yang luar biasa memberikan nilai tambah yang signifikan bagi sektor usaha di daerah.
“Pelaku kreatif ikut bergerak, banyak yang kebanjiran pesanan,” ujar Dery. “Alhamdulillah dampaknya terasa ke masyarakat.”
Menurutnya, event olahraga yang dikemas dengan daya tarik tinggi memang mempunyai potensi besar untuk memacu aktivitas ekonomi kreatif.
Tingginya jumlah peserta yang berasal dari berbagai kecamatan juga menjadi faktor utama melonjaknya permintaan. Banyak tim melakukan pemesanan perlengkapan baru, sehingga layanan printing jersey dan sablon lokal harus bekerja lembur selama turnamen berlangsung. Tidak sedikit vendor yang melaporkan pendapatan mereka naik hingga dua kali lipat dari hari-hari biasa.
Di sisi lain, para pelaku UMKM kuliner memanfaatkan momentum ini dengan menawarkan variasi produk yang beragam. Mulai dari minuman kekinian hingga aneka camilan cepat saji, semuanya laris manis berkat acara yang selalu ramai pengunjung. Dengan demikian, turnamen futsal ini berfungsi sebagai ruang promosi alami bagi UMKM muda Kukar.
Melihat dampak positif yang begitu besar, Dispora Kukar menilai bahwa olahraga dapat dijadikan pintu masuk untuk pengembangan ekonomi kreatif. Dery menekankan bahwa sinergi semacam ini harus terus diperkuat agar setiap event memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga.
“Ini bukti bahwa event olahraga bisa menjadi wadah produktif,” tambahnya. “Tidak hanya memunculkan bibit atlet, tetapi juga peluang ekonomi baru.”
Dispora Kukar mendorong agar turnamen futsal ini dapat dimasukkan ke dalam kalender resmi kegiatan olahraga daerah. Dengan penjadwalan yang lebih terencana, dampak positifnya bagi pelaku usaha diharapkan bisa lebih besar dan terjamin keberlanjutannya.
Ke depan, turnamen futsal KNPI Kukar tidak hanya diproyeksikan sebagai ajang kompetisi semata, tetapi juga sebagai gerakan bersama untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif lokal. Pemerintah dan komunitas diharapkan terus bekerja sama untuk menghadirkan event yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Kukar.















