KUKAR – Kekeringan yang melanda Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak sampai menekan sebagian besar produksi pertanian. Meski kondisi ketahanan pangan daerah masih terkendali, Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar tetap menyiapkan bantuan beras bagi warga yang mengalami gagal panen akibat keterbatasan air.
Kepala Disketapang Kukar, Ananias, mengatakan dampak kemarau terhadap sektor pertanian masih terbatas jika dilihat dari keseluruhan luas lahan yang dikelola petani. Berdasarkan pendataan sementara, lahan yang mengalami gangguan produksi, termasuk gagal panen, tercatat kurang dari 1.000 hektare.
“Kalau dibandingkan dengan keseluruhan lahan pertanian kita, dampaknya masih relatif kecil. Namun, masyarakat yang kehilangan hasil panen tetap harus mendapatkan perhatian,” ujar Ananias, Senin (19/10/2026).
Puncak kekeringan yang terjadi pada Agustus lalu tidak sepenuhnya menghambat kegiatan panen. Sebagian besar petani telah menyelesaikan panen sebelum kondisi kekurangan air berdampak lebih jauh terhadap tanaman.
Meski begitu, sejumlah petani yang belum menyelesaikan masa panen mengalami penurunan produktivitas. Gangguan tersebut tidak hanya ditemukan pada satu jenis tanaman, tetapi tersebar di hampir seluruh komoditas pertanian.
Ananias menjelaskan, kondisi produksi secara keseluruhan belum menunjukkan gangguan besar terhadap ketersediaan pangan di Kukar. Namun, angka tersebut tidak serta-merta menggambarkan keadaan setiap rumah tangga petani yang terdampak.
Menurutnya, petani yang kehilangan hasil panen tetap berpotensi menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, pemerintah tidak hanya memantau kondisi produksi pangan, tetapi juga menelusuri masyarakat yang membutuhkan bantuan secara langsung.
“Ketahanan pangan tidak cukup dinilai dari ketersediaan komoditas di suatu daerah. Kami juga harus memastikan warga yang terdampak tetap bisa memenuhi kebutuhan pangannya,” jelasnya.
Untuk menangani dampak tersebut, Disketapang Kukar mengerahkan cadangan pangan pemerintah melalui penyaluran beras kepada masyarakat yang telah terdata.
Di Kelurahan Panji, kata dia, bantuan sekitar 300 kilogram beras telah disalurkan, sementara bantuan untuk Ponoragan masih dalam proses verifikasi dengan perkiraan kebutuhan mencapai dua ton.
Kebutuhan bantuan di Desa Sumber Sari diperkirakan lebih besar, yakni sekitar 18 ton beras. Selain itu, pendataan penerima bantuan juga masih berlangsung di Sungai Pimpin dan Loa Duri Seberang.
Ananias menyebutkan, proses verifikasi dilakukan untuk memastikan bantuan diberikan berdasarkan jumlah warga yang benar-benar terdampak. Pemeriksaan tersebut juga diperlukan agar masyarakat yang memenuhi kriteria tidak terlewat dalam pendataan penerima.
“Kami ingin bantuan ini tepat sasaran. Karena itu, data penerima harus diperiksa dengan cermat supaya warga yang mengalami gagal panen bisa terakomodasi,” tutupnya. (Adv)















