KUKAR – Sejumlah penyesuaian dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada 5–11 Desember 2026.
Evaluasi tersebut mencakup penentuan lokasi bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tempat perlombaan, hingga kesiapan akomodasi bagi peserta yang diperkirakan mencapai 1.200 orang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan pembahasan kembali dilakukan untuk memastikan berbagai kebutuhan penyelenggaraan dapat dipersiapkan secara optimal sebelum kegiatan berlangsung.
“Kita menyamakan persepsi, juga menggali informasi dan menyesuaikan perubahan-perubahan yang ada. Karena ini kegiatan yang begitu besar, pelaksanaannya harus sesuai dengan harapan kita,” katanya seusai rapat persiapan di Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), Kamis (15/10/2026).
Salah satu hal yang menjadi perhatian panitia ialah penentuan tempat bazar UMKM. Lokasi yang semula direncanakan berada di samping Kantor Bupati Kukar kini dipertimbangkan untuk dialihkan ke Arbizz Space Tenggarong.
Keberadaan ruang khusus bagi pelaku UMKM tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan lokasi kegiatan ekonomi selama MTQH berlangsung. Meski demikian, penyesuaian lokasi tetap menjadi bagian dari pematangan persiapan panitia.
Selain bazar, kepastian tempat perlombaan juga masih perlu diperhitungkan. Sunggono menyebutkan, lantai tiga Gedung Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kukar menjadi salah satu lokasi yang dievaluasi karena berpotensi digunakan untuk kegiatan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI pada Desember mendatang.
Berdasarkan informasi dari Kepala BPKAD Kukar, ruangan tersebut biasanya digunakan oleh tim BPK RI pada periode itu. Kondisi tersebut membuat panitia perlu mempertimbangkan kembali penggunaannya sebagai tempat perlombaan.
“Untuk lokasi di gedung BPKAD, kami mendapat informasi bahwa ruangan tersebut kemungkinan digunakan oleh tim BPK RI pada Desember. Jadi, penggunaannya untuk perlombaan masih perlu dipastikan,” ujar Sunggono.
Di sisi lain, persiapan kontingen Kukar juga masih dalam tahap penghitungan. Sunggono memastikan daerahnya akan mengikuti seluruh cabang lomba yang dipertandingkan, sementara jumlah peserta yang diberangkatkan masih dapat berubah sesuai hasil evaluasi.
“Kontingen Kukar yang jelas mengikuti semua jenis cabang lomba yang ada. Namun, jumlah pesertanya masih kami hitung karena ada beberapa alternatif yang perlu dipertimbangkan, termasuk peserta yang akan diikutsertakan,” jelasnya.
Untuk proses pendaftaran, peserta nantinya akan mendaftar melalui sistem daring. Setelah itu, tahapan daftar ulang akan dilakukan secara langsung sesuai mekanisme yang ditetapkan panitia.
Berdasarkan perhitungan sementara, jumlah peserta dan rombongan yang diperkirakan datang ke Kukar mencapai hampir 1.200 orang. Angka tersebut masih bersifat estimasi dan berpotensi mengalami perubahan seiring perkembangan pendataan.
Terkait kebutuhan tempat tinggal, panitia telah melakukan pendataan terhadap sejumlah hotel, penginapan, dan guest house di Tenggarong serta wilayah sekitarnya.
“Persiapan secara konseptual sudah mencapai di atas 80 persen. Perkembangan ini juga sudah saya sampaikan secara keseluruhan kepada Bupati. Selanjutnya, kami akan mempresentasikan tahapan pelaksanaan kepada panitia provinsi,” pungkas Sunggono. (Adv)















