Samarinda – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda membangun kawasan Chinatown sebagai destinasi wisata baru di Kota Tepian mendapat dukungan dari DPRD. Namun, dukungan itu disertai catatan penting: konsepnya harus matang dan memberi dampak nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Muhammad Andriansyah, menegaskan bahwa ide pengembangan kawasan tematik seperti Chinatown bisa menjadi terobosan positif dalam mendorong sektor pariwisata. Tetapi hingga kini, pihak legislatif belum menerima penjelasan rinci mengenai bentuk dan arah pembangunan kawasan tersebut.
“Selama konsepnya baik dan bisa mendatangkan PAD, tentu kami dukung. Tapi sampai hari ini kami belum tahu konsepnya seperti apa,” ujarnya (13/6/2025).
Ia menilai, pengembangan Chinatown tidak cukup hanya sekadar menjadi proyek simbolik atau jargon pembangunan. Pemkot harus belajar dari keberhasilan kawasan serupa di kota-kota lain, di mana kawasan Chinatown mampu menjadi pusat budaya, kuliner, hingga ekonomi berbasis komunitas Tionghoa yang kuat.
“Kalau lihat Chinatown di tempat lain, itu biasanya pusat budaya dan ekonomi masyarakat Tionghoa. Ada tempat ngopi, restoran khas, pertunjukan budaya, dan lainnya. Kalau konsep itu dibangun secara serius di Samarinda, bisa jadi magnet wisata,” jelas Aan.
Menurutnya, potensi ekonomi dari kawasan tematik seperti ini sangat besar. Namun, tanpa perencanaan yang matang, proyek justru berisiko menjadi ruang mati atau sekadar formalitas pembangunan tanpa manfaat jangka panjang.
Aan juga menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi bagi Samarinda, terutama di tengah menurunnya ketergantungan pada sektor ekstraktif. Pariwisata harus digenjot sebagai sektor unggulan baru.
“Kita harus mulai berani bertumpu pada sektor pariwisata. Ini bisa jadi andalan PAD selain dari pajak dan retribusi. Tapi semua harus dirancang serius, bukan asal bangun,” pungkasnya.(Adv)















