KUKAR – Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini menegaskan posisinya sebagai sentra pembibitan ikan air tawar terbesar di Kalimantan Timur (Kaltim). Setiap tahunnya, desa ini mampu memproduksi bibit ikan sebanyak 15 hingga 20 juta ekor, menjawab kebutuhan pasar di Kaltim hingga Kalimantan Utara (Kaltara).
Kepala Desa Ponoragan, Sarmin, menjelaskan, tingginya permintaan bibit ikan membuat warga lebih fokus pada usaha pembibitan dibanding budidaya ikan konsumsi. “Desa kami dikenal sebagai penghasil bibit unggulan. Ini sudah jadi identitas Ponoragan di mata pembudidaya,” tuturnya saat diwawancarai pada Sabtu (28/6/2025).
Ia menambahkan, pengiriman bibit ikan dilakukan hampir setiap hari karena permintaan tidak pernah surut. Penjualan dilakukan per ekor, membuat perputaran usaha ini stabil dan menguntungkan warga.
“Permintaan sangat tinggi. Pengiriman keluar desa bisa setiap hari. Bibit kami sudah punya pasar tetap dan siklus produksi berjalan lancar tiap bulan,” jelasnya.
Untuk menjaga kualitas bibit, Desa Ponoragan menerapkan seleksi ketat. Bibit yang tidak memenuhi standar tidak dibuang percuma, melainkan diolah menjadi produk olahan konsumsi yang disebut warga sebagai ‘babyfish’.
“Kami tidak buang bibit jelek. Itu kami olah jadi makanan, supaya tetap ada manfaat dan tidak merugikan petani,” ujar Sarmin. Keberhasilan Ponoragan dalam sektor perikanan ini sejalan dengan arah pembangunan desa yang diatur dalam RPJMDes.
Melalui musyawarah bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD), aspirasi warga diakomodasi dalam RKPDes agar pembangunan tetap tepat sasaran. “Kami pastikan pembangunan tetap berjalan sesuai rencana, tapi tetap fleksibel mengikuti masukan dari warga,” tutupnya. (Adv)















