SAMARINDA – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI terus mendorong pengembangan industri olahraga dan pariwisata olahraga atau sport industry dan sport tourism di Indonesia.
Langkah ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi ekonomi dan pariwisata melalui kegiatan olahraga.
Sport Industry mencakup semua aktivitas ekonomi yang berhubungan dengan olahraga, seperti produksi dan penjualan peralatan olahraga, penyediaan fasilitas olahraga, pakaian olahraga, hingga penyiaran acara olahraga. Industri ini bertujuan menghasilkan keuntungan dan memperkuat ekonomi melalui komersialisasi olahraga.
Sementara itu, sport tourism adalah pariwisata yang berfokus pada olahraga, di mana wisatawan berpergian untuk berpartisipasi atau menyaksikan acara olahraga.
Contoh kegiatan sport tourism termasuk perjalanan untuk menonton pertandingan sepak bola, berpartisipasi dalam maraton di kota tertentu, atau wisata yang menawarkan kegiatan seperti selancar, mendaki, dan bersepeda. Pariwisata ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik daerah wisata melalui kegiatan olahraga yang dapat mendukung perekonomian lokal dan mempromosikan destinasi wisata.
Di Kalimantan Timur (Kaltim), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim berupaya mengimplementasikan konsep ini dengan menggelar perlombaan basket 3×3 di Big Mall Samarinda yang digelar beberapa waktu lalu.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dispora Kaltim, Sri Wartini menjelaskan bahwa kegiatan ini menggabungkan sport tourism dan sport industry, serta memanfaatkan potensi ekonomi lokal.
“Event seperti ini m dapat memutar roda ekonomi,” kata Sri.
Dirinya juga berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan minat masyarakat terhadap olahraga, membuka pandangan bahwa olahraga tidak terbatas di gedung olahraga saja.
“Ini membuka pandangan masyarakat bahwa olahraga itu bukan hanya di gedung olahraga. Di tempat-tempat seperti ini pun olahraga bisa dilakukan,” pungkasnya. (Adv)















